
Tanggal 20 Mei 2008, esok hari, Indonesia akan merayakan 100 Tahun Kebangkitan Nasional.
Agak miris, jika kita mengingat kalau bulan Juni nanti, di tahun dimana kita merayakan 100 tahun kebangkitan nasional, namun perekonomian juga akan terpuruk, dengan naiknya harga BBM.
Tentu saja kenaikan BBM diikuti dengan kenaikan harga-harga lainnya, yang paling sakit hati lagi, program BLT pemerintah, yang membagi-bagikan duit Rp. 100.000,- per KK setiap bulannya, yang dipandang banyak pihak sebagai program membodohi rakyat.
Lalu dimana makna ‘Kebangkitan’ nya ?
Kalau ada pihak yang mengatakan demo yang digerakkan oleh mahasiswa dan rakyat ada yang menunggangi, maka jawabannya adalah hati nurani.
Berapa banyak lagi hantaman yang harus diterima oleh rakyat bangsa ini?
Saya teringat lirik lagu dari bang iwan
jalani hidup
tenang tenang, tenanglah seperti karang
sebab persoalan bagai gelombang
tenanglah tenang, tenanglah sayang
tak pernah malas
persoalan yang datang hantam kita
dan kita tak mungkin untuk menghindari
semuanya sudah suratan
Oh, matahari
masih setia
menyinari hidup kita
tak kan berhenti, tak kan berhenti menghangati hati kita
sampai tanah ini inginkan kita kembali
sampai kejenuhan mampu merobek-robek hati ini
sebentar saja
aku pergi meninggalkan
membelah langit
punguti bintang
untuk kita jadikan hiasan
tenang tenang, tenanglah sayang
semuanya sudah suratan
tenang tenang, sepeti karang
bintang bintang jadikan hiasan
berlomba kita dengan sang waktu
jenuhkah kita jawab sang waktu
bangkitlah kita tunggu sang waktu
tenanglah kita menjawab waktu
seperti karang tenanglah…..
seperti karang tenanglah….
Superiklan.com mengajak semuanya untuk memaknai kata ‘bangkit’ sesungguhnya, bukan lantas terpuruk, dan kemudian mati…